
CIREBON, ditphat.net – Seorang siswa sekolah menengah tiba -tiba menjadi viral setelah membongkar perpajakan ilegal (pemerasan) dalam distribusi Program Cerdas Indonesia (PIP) di sekolahnya.
Insiden itu terjadi di sekolah Cirebon Sman 7. Seorang siswa bernama Hanifa memiliki alasan untuk berani menghancurkan pemerasan di sekolahnya.
Baru -baru ini, kasus anggaran PIP untuk dana SPP, menghasilkan uang, sumbangan masjid di Cirebon SMAN 7 terus berbicara.
Hanifa mengatakan dia berani berbicara karena penyesalan pemuda yang menjadi korban. Ini, tentu saja, didukung oleh teman -teman sekelasnya karena mereka berjuang untuk nasib siswa sekolah yang miskin.
Hanifa berkata, “Menurut pendapat saya, jika saya tidak menghabiskan, maaf untuk masa mudamu. Awalnya masalah SNBP terus berkembang ke orang lain. Kami juga mendengar aturannya, tidak ada lagi retribusi.” Virus Senin, 17 Februari 2025.
Selain itu, Hanifa melaporkan keberadaan anggaran PIP250.000 PIP dari jumlah 1,8 juta rps dari siswa sekolah. Dia tidak takut menghilangkan keberadaan pemerasan di sekolahnya.
Peristiwa viral ini membuat warga negara di media sosial. Banyak yang mengutuk pemerasan dan mendesak pemerintah untuk campur tangan dalam menyelidiki penyalahgunaan dana bantuan.
“Halo Hanifa, berani berbicara, saya harap ini sepenuhnya diperiksa oleh pemerintah, dan untuk sekolah lain mereka harus berbicara dengan berani jika mereka berbicara sesuai dengan apa yang dilakukan sendiri.”
Warga negara lain berkata, “Dana PIP diperoleh untuk membantu siswa yang kurang beruntung dari pemerintah, tidak dipotong oleh sekolah. Ini harus diperiksa secara menyeluruh.”