
Jacrat, ditphat.net – Pendapatan negara bagian non -ceremony (PNBP) di industri pendaftaran kendaraan akan mengalami penyesuaian sesuai dengan penerapan buku dengan mobil bermotor elektronik (BPKB) di Indonesia.
Ini diarahkan oleh kepala BPKB Ditregiddent Korlantas Polri, Kombes Pol Sumardji, ketika pelatihan dan sertifikasi BPKB baru -baru ini dikembangkan di Jaacquel.
“Penerapan elektronik BPKB membutuhkan komponen mahal sehingga PNBP harus secara otomatis diadaptasi. Penting sehingga penerapan sistem elektronik dapat beroperasi dengan benar,” katanya, dikutip dalam ditphat.net Automotive dari National Police Corlents, Kamis, 24 Oktober 2024.
PNBP, sumber pendapatan negara dari sektor non -cerional, termasuk utilitas sebagai pendaftaran kendaraan, adalah fokus menerapkan sistem baru ini.
Bea Cukai akan membantu menutupi biaya teknologi canggih yang digunakan dalam emisi elektronik BPKB. Namun demikian, perubahan dalam pelajaran PNBP ini masih harus dianggap masuk akal oleh masyarakat.
Sammercagi juga menekankan bahwa implementasi BPKB Electronics akan dilakukan oleh panggung, dengan Polisi Jaket Metropolitan dan Polisi Regional Sumatra Utara sebagai pelopor.
“Di masa depan, kami menerapkan rencana ini di seluruh Indonesia, tetapi permintaan tersebut harus disesuaikan dengan anggaran dan mempersiapkan diri untuk polisi regional,” katanya.
Selain itu, proses digital juga termasuk pemeriksaan fisik mesin yang telah dilakukan secara manual. Dengan alat khusus yang terhubung langsung ke sistem pendaftaran elektronik, prosesnya sekarang lebih cepat dan lebih efisien.
“Cukup dengan gambar, hasil tes fisik terhubung langsung ke ERI (pendaftaran dan identifikasi elektronik), memungkinkan proses pendaftaran,” jelasnya.
Penyesuaian PNBP diharapkan dapat mendukung penerapan elektronik BPKB nasional, yang bertujuan untuk meningkatkan manfaat dan transparansi dalam manajemen pendaftaran mesin.