
Jakarta – Pembunuhan cyanbon atas pembunuhan Vina, yang telah ditunda selama delapan tahun, masih menjadi misteri karena masih ada pelaku yang belum ditangkap.
Investigasi Vina dimulai dengan sorotan publik ketika mereka memiliki momen sahabat Vina Linda, dan acara itu kemudian diangkat ke bioskop.
Kepemilikan Linda tidak terjadi sekali, dan baru -baru ini sahabat Vina sekali lagi mengalami pemikirannya, Linda.
“2 hari yang lalu itu Linda lagi!” – Ditulis dalam pernyataan unggahan Paris Hotman Instagram, @hotmanpisofficial pada hari Senin, 27 Mei 2024.
Jadi apa fenomena semangat mati atau memiliki menurut visi Islam?
Menurut Ulama Yahya Zainul Maarif, atau yang bahkan lebih dikenal, kata Buya Yahya, tidak ada penjelasan yang akurat dalam Islam dalam Al -Qur’an atau dalam perang, yang menurutnya ada jenius yang secara fisik dapat memasuki tubuh seseorang.
“Apa yang ada dengan gangguan, efek yang dihembuskan, atau efek sewerage, jadi Jin tidak ada di dalamnya,” kata Buya Yahya dari akun YouTube Bury Yahya.
Menurut Buya, fenomena kekayaan sering dikaitkan dengan alasan atau gangguan psikologis seseorang.
“Ini mungkin mental yang bermasalah, yang berarti bahwa, meskipun kita bukan bagian, tidak ada referensi untuk sains (di dalam tubuh) karena kita memiliki tanggung jawab dalam tanggung jawab kita sendiri jika pikiran hilang,” jelasnya.
Burya menambahkan bahwa makhluk jin atau iblis juga mempengaruhi sihir orang.
Oleh karena itu, dalam Islam, kepemilikan dianggap sebagai kelainan mental daripada pengaruh fisik jenius. Untuk mendorong umat Islam untuk tetap masuk akal dan mencari perhatian medis jika perlu, Buya juga menyarankan agar Ruqyah dilakukan untuk perlindungan spiritual.
Ustaz Muhammad Faizar yang sama telah menyatakan bahwa itu dimiliki oleh roh mati yang tak tertahankan.
“Barat, semangat orang yang meninggal itu tidak mungkin … itu hanya jin,” Faizar menjelaskan dalam program ini, Kabar Indonesia Pagi Tvone.
Menurutnya, Al -Qur’an suci didasarkan pada semua roh atau roh orang yang mati di ranah barzah.
Dia menjelaskan bahwa surat puisi 99-100 di Almukminun mengatakan bahwa semangat orang yang meninggal akan selalu berada di barzah, tidak di mana-mana sampai hari penghakiman.