
Medan, ditphat.net – PSMS Medan bermain imbang 1-1 dengan PSPS Pekanbaru di Stadion Siregar Kecamatan Deliserdang Kecamatan Lubuk Pakam pada Sabtu sore, 20 Oktober 2024.
Kick-off berlangsung pukul 15.30 WIB di bawah bimbingan Hakim Horudin. Di penghujung menit ke-13, PSPS unggul lebih dulu setelah Wasit Khurudin memberikan penalti kepada PSPS saat Aulia Lubis dilanggar di kotak penalti.
Striker asing PSPS Omid Popalzai mencetak gol pada menit ke-16 untuk membawa PSPS unggul 0-1.
Kemudian Keenantan, pemain sayap PSMS, menyamakan kedudukan melalui sundulan M. Revan pada menit ke-55.
Pertandingan tersebut diwarnai dengan komentar mengenai wasit yang mengambil beberapa keputusan kontroversial.
Pelatih lapangan PSMS Nilmaizar mengomentari hasil imbang tersebut dalam konferensi pers pascalaga. Dia bersemangat dengan pertandingan ini, namun khawatir dengan beberapa keputusan wasit yang kontroversial.
“Senang, menarik dan seru menyaksikan pertandingan tersebut, namun kami tidak menang, hanya dengan hasil 1:1. Hasil ini kurang baik bagi kami karena kami harus menjaga konsistensi di babak kedua. 1-2 posisi. Selanjutnya kita menghadapi Persiraja Banda Aceh, jadi kemenangan hari ini sangat penting,” kata Nilmaizar usai laga.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Neal bersyukur atas kerja keras para pemainnya yang menunjukkan semangat juang hebat sepanjang pertandingan. Namun ia tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap kinerja hakim yang dirasa tidak adil.
“Saya kecewa dengan hasil ini, tapi saya bangga dengan para pemain karena mereka punya semangat juang yang bagus. Pertandingan hanya dirusak oleh keputusan wasit, yang menurut saya tidak baik. Mungkin orang bilang “wasit”. Sekali lagi wasit berkata, “Tetapi itu benar. Ada beberapa keuntungan yang seharusnya kami ambil, tapi hakim tidak melakukannya,” ujarnya seraya menambahkan pihaknya mengapresiasi tim PSMS.
Neil juga memberikan beberapa tips yang sangat menarik dalam mengamati kinerja para juri.
“Kalau bisa, sebelum wasit meresmikan pertandingan, hendaknya bersumpah menggunakan Al-Quran, itu saran saya, semoga didengar,” ujarnya.
Meski mengakui serangan dan pertahanan Nilmaizar perlu dinilai, ia menegaskan isu utama dalam pertandingan tersebut adalah netralitas keputusan wasit.
“Secara statistik, kami tidak buruk, tapi kami jauh dari puncak,” tutup Nilmaizar. Jika menang hari ini, kami bisa menyalip PSPS Pekanbaru.
Dengan hasil ini, PSMS Medan harus berjuang keras untuk memperbaiki posisinya di Liga 2 pada laga berikutnya, dan laga selanjutnya melawan Persiraja Banda Aceh menjadi ujian krusial bagi Ayam Kinantan.