
Jakakarta, ditphat.net – Perkembangan terbaru dari kasus yang menyewa sewa mobil sampai mati lagi pencurian perhatian publik. Insiden ini dikenal sebagai virus karena film dalam video dan menyebar di media sosial.
Berita terbaru yang terkait dengan kejadian tersebut, tiga keanggotaan yang tidak diketahui di TWI dilaporkan dalam pembunuhan, mereka sekarang telah menghadapi proses hukum di pengadilan militer.
Dalam persidangan terbaru, tiga terdakwa terlihat menangis dan mendapatkan begitu banyak kesempatan sebagai tentara.
Ingat, tiga terdakwa adalah salah satu kepala kepala (KLK) Atmojo, dua sorget Akbar Adli dan tiga luka.
Salah satu terdakwa, sedikit adil, mengatakan itu adalah anggota komando Fagabia (Kopaska) sebagai hasil dari pertarungan yang sulit. Dia meminta bantuan setelah domba apakah penjara dan tembakan dari TWI.
“Kami menuntut agar kami menyimpannya pada para prajurit dalam darah kami,” Fact, Facts.indo, mengutip ditphat.net, 18 Maret 2025.
Sementara itu, Head to Head (KLK) Attraction atcojo apti juga menangis dalam persidangan. Dia mengakui bahwa dia telah dicari untuk bertindak dan mendapatkan komisi hakim.
“Saya minta maaf atas tindakan kami, saya menyesali semua kesalahan. Tapi kami akan menemukan izin untuk para hakim.
Seperti yang dilaporkan sebelumnya, jika terjadi korban, sewa mobil, menghadapi kondisi tegang ketika pelaku menempelkan senjata. Akibatnya, beberapa mengambil antara pelaku dan korban.
Setelah media sosial terkejut, polisi akhirnya menangkap wilayah lain di wilayah itu (km) 45 Tol di Tanganangan-Perak.
Selain informasi, domba militer dicari oleh Akbar dan Bambang dengan penalti dan penggemar Angkatan Laut. Sementara itu, Defandan ketiga, Hemanagan Servises, diklaim dalam empat tahun tahanan untuk kejahatan.
Selain penjahat, mereka juga harus membayar korban keluarga dari 796 juta korban RP. Kemudian, Komisi Hakim akan membaca putusan pada hari Selasa, 25 Maret 2025.