
JAKARTA, ditphat.net – Pemerintah Indonesia telah mengkonfirmasi kelanjutan adanya subsidi untuk motor listrik dari tahun 2025.
AS 2023-2024, untuk setiap pembelian sepeda motor listrik baru yang menerima subsidi dari RP.
Tahun ini, skema subsidi digantikan oleh nilai tambah pajak oleh pemerintah (PPN DTP).
Namun demikian, masih belum diketahui secara rinci dengan jadwal dan jumlah subsidi untuk mesin listrik yang akan diberikan pemerintah.
Sebelumnya, Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik (Aisholi) telah menyatakan pemerintah untuk mempertanyakan pengajuan subsidi untuk sepeda motor listrik tahun ini.
Jadilah setiadi, ketua Aimoli, mengungkapkan bahwa pemerintah dapat meningkatkan durasi rangsangan.
“Kami telah mentransfer buku putih skematis, yang menyarankan pemerintah untuk subsidi tahun depan. Ini terkait dengan waktu. Waktunya, jika mungkin, tidak hanya setahun, ya, setidaknya dalam jangka panjang. Jadi ada keamanan kendaraan bermotor yang sedang dipersiapkan,” katanya, yang mengutip ditphat.net beberapa waktu yang lalu.
Sebagai produsen sepeda motor listrik, Alva juga menyatakan harapan dalam skema subsidi tahun ini.
Alva menekankan pentingnya jadwal yang adil dan berkelanjutan, terutama dalam mendukung pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.
“Jika seseorang (sebagai produser) dari Aismoli kami dapat mengusulkan, ini karena dikaitkan dengan dedikasi setiap tahun,” kata Yudha, Direktur Umum Pemasaran Pemasaran, baru -baru ini, di JieExpo Kemayoran, Jakarta Tengah.
Selain itu, Alva juga menekankan faktor teknologi baterai sebagai aspek yang harus dipertimbangkan dalam kebijakan bersubsidi karena ada pentingnya hilir yang harus diperhitungkan.
“Jika kita harus melihat sisi teknologi baterai dalam sepeda motor, ada baterai baterai, dapat dikatakan bahwa itu adalah selada. Ini adalah baterai baterai. Maka ada sesuatu jika kita berbicara di hilir dan jenis baterai apa?
Dia menambahkan: “Atau jika, misalnya, jika Anda ingin melihat di cermin empat roda, ppndpt dan itu cukup sukses. Jadi lebih adil.”
Mengenai jumlah angka dari subsidi untuk sepeda motor listrik, Adit mengatakan bahwa partainya tidak mencoba dan terus mengikuti kebijakan pemerintah.
“Dari jumlah yang hanya kami terima bahwa penting bahwa ada kejelasan,” pungkasnya.