
Lisprara, Viva-Viva-Viva-Vivanta-Devantant Group (TPU) dicetak di pengadilan distrik ke pengadilan distrik.
Baca Juga : Benarkah Dosa Anak Ditanggung Orang Tua? Buya Yahya Beri Penjelasan Mengejutkan
Video yang ditransmisikan ke media sosial, muncul dalam tulisan suci konsentrasi yang serius. Pengadilan Distrik Engagerum adalah logo Engaguemanu.
Stamp Athiting dilakukan dengan nama Indonesia dan nama Mahkamah Agung Indonamuua dan nama -nama pengadilan distrik Indramauua dengan Wakil Pengadilan Pengadilan Distrik Indonesia .30 / PID.B / PL.DM.
Selain itu, bahaya kriminal juga harus ditulis untuk tiket yang disengaja untuk menghancurkan perangko.
Insiden itu kemudian di viral di media sosial, terungkap bahwa penjahat ini tidak kurang di pengadilan distrik.
Orang asing di juru bicara Pengadilan Distrik Umerced Azuradra mengatakan partainya adalah penyelidikan perekat dan memiliki kasus kriminal dalam perekatnya.
“Jika kita melihat strench yang ada, keputusan kriminal adalah insiden itu. Winnuttia mengatakan di pengadilan distrik pengadilan pidana, Octo-Octo-Octoo, 2024.
Baca Juga : Reaksi Kocak Pak Muh usai Timnas Indonesia Menang Melawan Arab Saudi Jadi Trending
Keputusan kriminal posisi kriminal berdasarkan posisi kriminal adalah, jadi pengadilan belum mengeluarkannya, “katanya.
Desa bentrokan utama desa Dani mengakui bahwa ia hanya belajar dari kejadian bahwa videonya viral di media sosial.
Namun, sejauh ini tidak tahu bahwa tiket disimpan tiket di lusinan makam yang serius.