
Yakarta, ditphat.net – Indonesia Automotive Association (Gaiko) tetap optimis bahwa industri otomotif akan terus tumbuh, meskipun pemerintah meningkatkan nilai tambah (PPN) menjadi 12 % pada awal 2025.
Sekretaris Gaikon, Kuukäh Kumara General, mengakui bahwa dengan pertumbuhan ini, 11 % sebelumnya dapat berdampak pada industri.
Namun, ia menganggap bahwa keberadaan PPN 12 % tidak terlalu berbahaya untuk membeli kendaraan bermotor.
“Konsumen rata -rata membeli kendaraan dengan pengembalian uang dan yang paling banyak dibeli dengan 300 juta RP,” katanya ketika ditphat.net menghubungi Kamis, 9 Januari 2024.
Oleh karena itu, ketika ditambahkan ke sinar bulan, persentase hanya meningkatkan efek kecil pada total biaya kendaraan.
Kemudian Kuukuh mengatakan bahwa terjadinya kendaraan hibrida dan insentif mobil listrik adalah salah satu faktor yang menganggap industri otomotif menarik.
“Kami juga melihat bahwa ada kendaraan yang memiliki insentif, hibrida juga memiliki insentif. Seharusnya baik -baik saja,” kata Kukuh.
Apakah Anda juga mengharapkannya pada tahun 2025? Pertumbuhan industri otomotif dapat bergerak lebih baik.
“Kami berharap bahwa pada tahun 2025 (industri otomotif) gerakan yang lebih baik akan terjadi,” ia berharap.
Selain itu, Sekretaris Gaikando -General mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor lain yang bisa menjadi tantangan untuk pertumbuhan mobil.
Tantangan -tantangan ini termasuk keberadaan cangkir, yang juga akan diterapkan pada tahun 2025.
“Panduan fiskal dapat berdampak besar pada industri otomotif. Lalu, ada tantangan dalam perubahan teknologi, peningkatan biaya logistik, geopolitik dan koherensi kebijakan pemerintah. Kami berharap kebijakan dapat konsisten untuk meningkatkan industri kendaraan bermotor,” kata Kukuh.