
JAKARTA, ditphat.net – Elvi Sukasikha Swordsuits terbukti menawan di The Music Festival, The Synchronication Fest 2024, hari kedua yang diadakan pada 5 Oktober 2024 di Gambir Expo Kemayran, Central Jakart.
Elvie muncul dalam karya segmen 60 tahun Elva Sukaesih. Segmen itu menjadi tempat menghormati musisi yang dikhususkan dan melahirkan karya -karya monumental. Melangkah lebih jauh.
Elvie naik ke panggung sekitar 20:00 dengan pakaian ungu yang penuh dengan manik -manik, yang membuatnya terlihat benar -benar ringan. Penampilan Elvie segera mengalami antusiasme dengan teriakan dan tepuk tangan penonton.
Lagu untuk The Crop adalah pembukaan penampilan Elvie, diikuti oleh Song of the Sugar Industry dan Whisper of the Neighbor. Lagu -lagunya sangat terkenal di kalangan penonton. Mereka sibuk dengan tarian dan bernyanyi bersama.
Penampilan Elvie dilanjutkan dengan lagu Mandy Mada dan Pubt-Cubitan. Untuk membawa lagu, Elvie tidak sendirian, itu adalah duet dengan penyanyi.
“Kali ini saya akan membawa lagu. Jika Anda pernah mengenal penyanyi rock ini, saya akan bersamanya,” kata Elvie, memanggil Candil.
Saya menangis untuk menjadi lagu lain yang dibawa oleh Elvie. Kemudian Elvi mendesak ketiga putrinya untuk pergi ke panggung dan bernyanyi untuk membawa lagu, Don’t Go, itu Dhavia Zaida, Virirdha Silvan dan Firia Sukasikh.
“Ini adalah lagu ketika saya sedang konser di Jepang pada tahun 1992. Saya menelepon putri saya, kebugaran, virus, dan Dhavia,” kata Elvie.
Duet Elvy dengan ketiga putrinya dibuat oleh Lilaa Bonita dan tidak. Lagu Secndum Mawar Mirah tidak lupa bahwa itu akan disampaikan dan membuat penonton dengan tarian yang menarik. Dalam peringatan 60 tahun karya Elvi, ia membuat lagu terakhirnya bernama Cahaya.
“60 -Rend -Elvy Sukaesih Works, Alhamdulillah dengan izin Allah, saya akan membawa lagu terakhir saya bernama Cahaya,” kata Elvie.
Penampilan Elvie Sueiksch di adegan Synchronize Fest 2024 ditutup oleh ribuan lagu.