
Jakarta, ditphat.net – Kami tidak merasa itu adalah minggu dari bulan Ramadhan yang sakral. Setelah memasuki minggu kedua, kami meningkatkan lebih banyak ibadat, seperti ibadat wajib, seperti membaca Al -Qur’an, doa wajib, dan tanpa melupakan praktik Sunny, seperti doa Tarawih, doa Tahajud, dalam 10 hari terakhir di masjid.
Ramadhan juga merupakan momen untuk memperkuat persahabatan dengan keluarga dan teman. Dengan aktivitas yang lebih padat dan durasi ibadah yang lebih lama, penting bahwa tubuh, terutama tulang, sendi dan otot, tetap kuat dan sehat sehingga semua kegiatan dilakukan secara optimal.
Seiring bertambahnya usia, tubuh sedang mengalami perubahan, seperti mengurangi massa otot dan kepadatan tulang dan kelelahan bantal sendi. Ini dapat memengaruhi kenyamanan gerakan, terutama ketika duduk untuk waktu yang lama ketika Tadarus, perjalanan kembali yang panjang atau berdiri lebih lama selama doa Tarawih dan Tajud.
Namun, dengan persiapan yang tepat, tubuh selalu dapat aktif selama Ramadhan. Berikut adalah beberapa cara untuk menjaga kesehatan tulang, sendi dan otot sehingga kultus tetap nyaman dan lancar dari presiden Asosiasi Osteoporosis Indonesia (Perosi), Dr. Tirza Z. Tamin, Sp.Kfr, M.S (K), FIPM (USG).
1. Simpan diet sehat dan konsumsi nutrisi
Tubuh membutuhkan nutrisi yang memadai untuk menjalani kegiatan sehari -hari, terutama selama puasa. Dengan lebih dari 12 jam tanpa konsumsi diet dan minum, penting untuk mengembalikan energi dan mengisi nutrisi untuk fajar dan pecah. Konsumsi makanan sesuai dengan rekomendasi gizi gizi dengan kinerja nutrisi seperti karbohidrat, protein dan lemak, serta peramalan mikro seperti vitamin dan mineral. Untuk menjaga kesehatan tulang, pastikan bahwa asupan kalsium dan vitamin D dari makanan seperti susu, terutama susu dalam kalsium rendah dan protein. Sementara itu, konsumsi susu, daging, telur, dan protein kacang juga membantu memperkuat otot. Magnesium dan omega-3 yang ditemukan pada kacang-kacangan dan ikan juga berperan dalam mempertahankan fleksibilitas sendi.
2. Berolahraga secara teratur
Olahraga masih dapat dilakukan selama Ramadhan dengan waktu yang tepat, seperti satu jam sebelum meledak, setelah melanggar puasa atau sebelum fajar. Bagi Anda yang berusia 50 tahun atau lebih, sangat penting untuk menjaga tubuh Anda tetap aktif dalam bentuk dan menghindari kekakuan otot dan nyeri sendi. Tubuh yang terbiasa dengan gerakan akan lebih siap untuk berurusan dengan berbagai kegiatan tanpa merasa mudah lelah atau menyakitkan. Selain itu, waktu yang dihabiskan untuk duduk, seperti saat pembacaan atau doa untuk waktu yang lama, sendi dapat curam jika tidak terbentuk dengan benar. Lakukan olahraga ringan secara teratur dapat membantu menjaga fleksibilitas sendi dan mencegah rasa sakit.
“Olahraga sangat penting, meskipun pada bulan Ramadhan. Tubuh masih harus bergerak sehingga otot tidak kaku. Tidak perlu berolahraga ekstrem, dari 40 menit hingga 1 jam per hari. Pergi sebelum memecahkan kompleks cepat di sekitar rumah, bersepeda statis, yoga atau pilates bisa mudah dan berguna.
3. Pastikan tubuh tetap terhidrasi
Seringkali diabaikan, tetapi mempertahankan hidrasi tubuh adalah kunci penting selama puasa. Pastikan untuk minum setidaknya 8 gelas air sehari tergantung pada rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Indonesia, yang dapat dibagi saat fajar, pecah puasa dan waktu tidur. Hindari konsumsi teh dan kopi yang berlebihan karena diuretik, sehingga tubuh kehilangan lebih banyak cairan dengan urin. Mempertahankan hidrasi juga memainkan peran penting dalam mempromosikan tulang, sendi dan otot. Kurangnya cairan dapat memastikan bahwa otot menjadi lebih mudah, sendi menjadi kaku dan menghambat penyerapan nutrisi yang signifikan untuk tulang.
4. Tidur sudah cukup untuk menyembuhkan otot
Selama Ramadhan, model tidur berubah karena waktu gangguan dipersingkat sebagai akibat dari menyiapkan fajar dan adorasi lebih lama di malam hari. Kurang tidur dapat melemahkan tubuh dan kurang kuat. Untuk mengatasi hal ini, kualitas tidur memainkan peran penting dalam mempertahankan bentuk fisik dan memulihkan otot dan sendi untuk tetap kuat selama puasa. Oleh karena itu, tentukan jadwal tidur yang baik dengan tidur lebih awal, pastikan bahwa istirahat sekitar 7 hingga 8 jam sehari dan menggunakan daya untuk memakan waktu 10-20 menit di siang hari untuk menjaga tubuh tetap segar dan kuat sepanjang hari.
Sehubungan dengan kesehatan tulang, persendian dan otot -otot anlene hadir untuk masyarakat. Konsumsi dua gelas per hari saat fajar dan puasa dalam puasa dapat memenuhi 100% kebutuhan kalsium harian dan mengandung kolagen, vitamin C tinggi, kaya protein, vitamin B6, B12 dan kalium.
“Saat ini, kesehatan tulang, persendian dan otot tidak lagi tertarik pada orang tua, tetapi juga untuk generasi muda. Gaya hidup yang kurang aktif dan manfaat gizi yang tidak optimal dapat berdampak pada kesehatan di masa depan. Ramadhan adalah kesempatan yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh dan tetap aktif di Wignwara.
Dengan persiapan yang baik, Ramadhan dapat dialami lebih nyaman dan penuh makna. Simpan diet yang sehat, tetap aktif berolahraga, banyak cairan dan pastikan tubuh cukup rileks. Bersiaplah untuk tetap sehat dan bugar di seluruh Ramadhan!